Pemerintah Daerah Kabupaten Toraja Utara | www.torajautarakab.go.id

Kesu || Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Toraja Utara, Harli Patriatno melalui kegiatan Coffee Morning yang berlangsung di Objek Wisata Ke'te Kesu, Kamis (17/1), menyampaikan retribusi dari sektor Pariwisata berhasil mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2018, bahkan mengalami surplus meskipun tidak signifikan. Dari target yang ditetapkan pada tahun 2018 lalu sebesar Rp. 3.150.000.000, realisasinya mampu mencapai sebesar Rp. 3.177.000.000.

Dengan target PAD yang berhasil dicapai, Harli menyampaikan terima kasih dan apresiasinya atas kinerja semua pihak, para pelaku pariwisata bersama masyarakat yang telah bekerjasama mendorong peningkatan sektor pariwisata di Toraja Utara.

"melalui pertemuan ini, saya mengapresiasi kepada seluruh pelaku pariwisata atau pengelola objek wisata, karena target PAD Dinas Pariwisata ditahun 2018 mencapai target. Yaitu, dari target Rp. 3.150.000.000 yang terealisasi Rp. 3.177.000.000, sedangkan target untuk 2019 masih tetap di angka Rp. 3.150.000.000," ungkap Harli.

Harli juga pada kesempatan tersebut melaporkan kepada peserta yang hadir, bahwa dalam upaya mengembangkan sektor pariwisata di Kabupaten Toraja Utara banyak tantangan yang membutuhkan perhatian dari semua pihak yang terkait. Salah satu kendala yang dihadapi khususnya dalam meningkatkan PAD sektor pariwisata yaitu masih terbatasnya fasilitas pendukung petugas dilapangan. Selain itu, beberapa objek wisata yang memiliki potensi belum terikat kerjasama dengan Pemda.

Meskipun demikian, lanjut Harli, DInas yang dipimpinnya tetap optimis dan berkomitmen di tahun 2019 sektor pariwisata akan memberikan konstribusi yang lebih signifikan pada pertumbuhan ekonomi daerah.

"di tahun 2019 ini, Dinas Pariwisata akan berusaha meningkatkan objek-objek wisata yang ada. Adapun kendala yang kami hadapi selama ini adalah sarana dan prasarana staf yang berada dilapangan belum memadai, beberapa Objek Wisata belum terikat kontrak dengan pemda, dan ada 4 Objek Wisata yang sudah kerja sama tapi belum ada realisasi penerimaan, serta ditahun 2019 ini tidak ada anggaran DAU untuk pengembangan Objek Wisata," imbuhnya.

Sementara, Herlina Pasolang, pemerhati sekaligus pelaku pariwisata yang hadir di kegiatan tersebut memberi masukan kepada pemerintah, perlunya pemerintah untuk fokus melakukan pembenahan dan penyediaan sarana dan prasarana pada objek-objek wisata prioritas dan yang dalam pengembangan. Dengan tersedianya fasilitas yang memadai akan berpengaruh juga pada kunjungan wisatawan.

"kami sangat harapkan bahwa pemda harus membenahi objek wisata yang prioritas dan potensial yang dapat mengembalikan modal dengan cepat, sehingga pembangunan dan peningkatan pariwisata dapat berkembang."

Hal yang sama juga disampaikan oleh Layuk Sarungallo, ia menyoroti minimnya fasilitas yang ada di objek wisata. Layuk juga mengharapkan pemerintah mulai memprioritaskan penyediakan fasilitas pendukung informasi yang tersebar di semua wilayah mengenai objek wisata kepada wisatawan. Selain itu, Disbudpar dapat lebih meningkatkan koordinasi dengan dinas-dinas lainnya agar sektor pariwisata dapat berkontribusi lebih signifikan kepada pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

"jika pemerintah ingin mengharapkan lebih dari pelaku pariwisata, maka pemerintah harus mengambil langkah-langkah kongkrit dalam peningkatan sarana dan prasarana. contoh hal kecil adalah disektor kebersihan, adanya rambu-rambu bicara (papan reklame) himbauan menjaga kebersihan di tempat-tempat objek wisata. Untuk itu, saya harapkan kepada dinas Pariwisata dan Dinas Kominfo SP agar dapat bekerja sama dengan baik," jelasnya.

Berikut di bawah ini rincian realisasi retribusi objek wisata tahun 2018 yang dirilis oleh Disbudpar dan Bapenda Kab. Toraja Utara:

NO

NAMA OBJEK WISATA

SETORAN

TOTAL

2017

2018

1

Kete Kesu’

61.6500.000

1.178.250.000

1.239.900.000

2

Londa

145.980.000

824.500.000

970.480.000

3

To’Tombi

117.139.000

180.000.000

297.139.000

4

Kalimbuang Bori’

26.069.000

175.835.000

201.904.000

5

Sesean Suloara

10.690.000

70.750.000

81.440.000

6

Sinar Lempe

33.451.000

44.555.000

78.006.000

7

Buntu Singki

15.800.000

48.750.000

64.550.000

8

Kolam Alam Limbong

3.332.000

58.250.000

61.582.000

9

Tambolang

7.030.000

20.500.000

27.530.000

10

Museum Ne’ Gandeng

10.500.000

15.000.000

25.500.000

11

To’ Barana

4.046.000

11.090.000

15.136.000

12

Pasar Bolu

400.000

12.420.000

12.820.000

13

Lombok Parinding

780.000

11.640.000

12.420.000

14

Palawa

5.580.000

6.750.000

12.330.000

15

Lo’ko Mata

10.030.000

-

10.030.000

16

Galugu Dua

1.390.000

2.955.000

4.345.000

17

Marante

1.160.000

3.000.000

4.160.000

18

Sarambu Sikore

2.640.000

1.500.000

4.140.000

19

Pana

2.000.000

2.010.000

4.010.000

20

Tirotiku

3.820.000

-

3.820.000

21

Museum Landorundun

1.240.000

845.000

2.085.000

22

Siguntu

-

-

-

23

Bukit Nato

-

-

-

24

Balandong

-

-

-

 

464.727.000

2.668.600.000

3.133.327.000

 

Kegiatan Coffee Morning Disbudpar ini menghadirkan Kepala Bapenda Toraja Utara Magdalena bersama para tokoh-tokoh pemerhati dan pelaku pariwisata di Toraja Utara sebagai bagian evaluasi dan laporan kinerja Dinas Pariwisata tahun 2018 kepada publik.

Peliput: Gabriel & Sendri
LPDI - Komunikasi Publik Diskominfo.SP Toraja Utara 

 

 

 

PEMKAB. TORAJA UTARA

Alamat:
Jl. Ratulangi, No. 72 Singki', Rantepao, Kabupaten Toraja Utara,
Sulawesi Selatan - 91831
Fax: (0423) 2920970

Telepon Penting

Dinas Pemadam Kebakaran Toraja Utara
(0423) 2920701
Rumah Sakit Elim Rantepao, Toraja Utara
(0423) 21258
No Telepon PLN Rantepao, Toraja Utara
(0423) 21410

Statistik Website

Hari ini 17

Kemarin 123

Minggu ini 17

Bulan ini 3397

Total 114822