Pemerintah Daerah Kabupaten Toraja Utara | www.torajautarakab.go.id

Rantepao || Dalam triwulan pertama tahun 2018 ini (Januari - Maret), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Toraja Utara telah menerima laporan kasus Demam Berdarah Dangeu (DBD) sebanyak 28 kasus.
 
Berdasarkan data yang diperoleh melalui Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Toraja utara diuraikan pada bulan Januari 2018, terdapat 4 kasus DBD yang di laporkan, yaitu di Rantepasele 3 kasus dan Singki 1 kasus, kedua daerah tersebut termasuk dalam wilayah Kecamatan Tallunglipu, sementara pada bulan Februari 2018, ada 14 kasus DBD, yaitu di Tagari 4 kasus, Rantepaku 2 kasus, Rantepao 4 kasus, Rantepasele 3 kasus, dan Pasele 1 kasus, daerah tersebut masuk dalam wilayah Kecamatan Tallunglipu dan Kecamatan Rantepao. Sedangkan pada bulan Maret 2018, 10 kasus DBD yang dilaporkan, yaitu di Tallunglipu 4 kasus dan di Rantepao 6 kasus.
 
Menyikapi laporan kasus DBD yang cenderung meningkat tersebut, Dinkes Toraja Utara telah melakukan upaya preventif dan kuratif untuk memutuskan mata rantai berkembangnya nyamuk Aedes Aegypti sebagai pembawa virus dengeu penyebab DBD diantaranya melakukan penyuluhan langsung Pencegahan Sarang Nyamuk ke masyarakat serta foging pada lokasi yang banyak ditemui kasus DBD. 
 
Saat diwawancarai tim peliputan DiskominfoSP, Kamis (5/4/"18) Kepala Seksi P2PM, Bidang P2P Dinkes Toraja Utara, Dian Kristi D. Malino, S.Kep.Ners menjelaskan, Dinas Kesehatan dalam hal ini Bidang P2P telah melakukan langkah antisipasi diantaranya dengan berkoordinasi dengan Puskesmas di semua kecamatan untuk memantau sekaligus memberikan penyuluhan dan mendorong masyarakat di wilayah kerjanya masing-masing tentang bahaya penyakit menular DBD serta mengiatkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3 M yang dapat dilakukan oleh masyarakat. 
 
Lebih lanjut, Dian menjelaskan, bahwa meskipun Dinkes telah secara rutin melakukan tindakan pengasapan atau yang lebih dikenal dengan foging, itu hanyalah bagian tindakan preventif yang hanya mematikan nyamuk dewasa saja namun tidak mematikan untuk jentik nyamuk. oleh karena itu Dinkes menghimbau kepada masyarakat agar memiliki kesadaran untuk melakukan 3 langkah penting pencegahan praktis dengan memantau sekaligus menjaga kebersihan lingkungan rumahnya masing-masing yaitu Menguras penampungan air, Menutup penampungan air, dan Mendaur ulang tempat/wadah plastik bekas yang berpotensi menjadi tempat bertumbuhnya jentik nyamuk dengue
 
"Dari dinas kesehatan, terus mengingatkan kepada masyarakat pentingnya upaya pencegahan yang dilakukan di rumah masing-masing, agar supaya masyarakat menjaga kebersihan lingkungannya. Tempat-tempat penampungan air yang telah kosong, agar di bersihkan kembali, walaupun wadah air itu telah kosong, jentik nyamuk masih tetap menempel di dinding wadah. Jika tidak di bersihkan, maka saat akan di isi kembali dengan air, maka telur dari nyamuk itu, akan menetas & berakibat membawa wabah DBD bagi kita. Kolam-kolam ikan yang juga harus di bersihkan", jelasnya.
 
Selain itu, Kepala Seksi P2PM menambahkan, kondisi demam bukan hanya gejala bawaan penyakit menular DBD,  namun bisa juga menjadi gejala bawaan infeksi atau penyakit lain yang untuk memastikannya memerlukan pemeriksaan laboratorium kesehatan. Untuk itu, jika ada anggota masyarakat yang mengalami demam agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan yang ada agar diketahui apakah demam tersebut merupakan gejala DBD atau penyakit lainnya. Hasil dari laboratorium kemudian akan menjadi dasar menentukan langkah-langkah yang akan diambil oleh Dinkes. 
    
"Dalam menentukan apakah pasien terserang DBD atau tidak, mutlak melalui hasil yang dikeluarkan oleh laboratorium kesehatan dimana pasien tersebut memeriksakan diri. Setelah kami menerima laporan langsung berupa hasil laboratorium dari dokter yang menangani pasien bahwa pasien tersebut terkena DBD baru kami bisa mengatakan bahwa pasien tersebut memang terkena DBD. Tim di P2P harus turun langsung ke lokasi & melakukan penyelidikan epidiomologi, dimana kami harus memeriksa, apakah yang terkena DBD itu karena wabah DBD yang ada di lingkungannya atau karena wabah DBD saat orang itu berada di daerah luar." imbuhnya.

 

Author : Swita Turalaki; Photo: M. Arafah
Editor: LPDI DiskominfoSP Toraja Utara  

SEKRETARIAT DAERAH

Alamat:
Jl. Ratulangi, Singki', Rantepao, kabupaten Toraja Utara,
Sulawesi Selatan
91831

Telepon Penting

Dinas Pemadam Kebakaran Toraja Utara
(0423) 2810405
Rumah Sakit Elim Rantepao, Toraja Utara
(0423) 21258
No Telepon PLN Rantepao, Toraja Utara
(0423) 21410

Statistik Website

Hari ini 139

Kemarin 425

Minggu ini 849

Bulan ini 2890

Total 20832