Pemerintah Daerah Kabupaten Toraja Utara | www.torajautarakab.go.id

Rantepao || Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Toraja Utara bekerjasama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tana Toraja Menggelar Lokakarya Pengembangan Sistem Peringatan Dini atau yang biasa disebut Early Warning System, di Aula RM. Ayam Penyet Ria, Rantepao, Selasa (10/04/2018) pagi.

Lokakarya ini buka oleh Bupati Toraja Utara Dr. Kalatiku Paembonan, M.Si didampingi Kepala BPBD Toraja Utara, Yorry Lesawengan, Kepala BMKG Tana Toraja Agung Sudiono Abadi dan Anggota DPRD Toraja Utara, Herman Pabisak. Tampak pula dalam kegiatan ini dihadiri oleh Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan para Camat se- Kabupaten Toraja Utara. 

Bupati Toraja Utara, pada kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa Toraja Utara masuk yang dalam daerah yang rawan bencana seperti longsor maupun kebakaran sudah saatnya memiliki sistem peringatan dini bencana yang bersifat responsif dan komprehensif untuk mengantisipasi dan meminimalisir kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

"Ini sama seperti ketika kita masih SD dulu, sedia payung sebelum hujan, jadi bagaimana kita menyiapkan hal-hal yang diperlukan untuk mengantisipasi sebelum terjadi apa-apa. Perlu kita ingat agar kita memanfaatkan betul waktu yang ada ini. Ini adalah kesempatan dimana kita bisa mengabdikan diri untuk daerah kita," ujarnya. 

Sementara itu, Kepala BPBD Toraja Utara, Yorry Lesawengan sebagai leading sektor penanggulangan bencana mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini ialah untuk mensosialisasikan sistem penanganan dini sesuai yang tertera dalam Peraturan Daerah Nomor 64 Tahun 2017.

"Selama ini tidak ada sistem terpadu, sehingga sering terjadi lempar tanggungjawab. Namun hal ini ke depan tidak akan terjadi lagi karena semua OPD terkait akan saling bersinergi, sehingga dalam penanganan tanggap darurat bisa lebih cepat ditangani nantinya. Petugas siap 1 x 24 jam untuk memberikan bantuan, baik kepada korban maupun penanganan bencananya," tambahnya.

Sejalan dengan itu, Herman Pabisak menghimbau agar semua pihak terkait, OPD dan khususnya para Camat untuk aktif dalam memberikan data yang sesuai dengan pengamatan dan penglihatan yang sesuai dengan realita di setiap wilayah. Pertemuan ini merupakan suatu momen yang paling pas untuk menyatukan pikiran, pemahaman dan persepsi tentang seperti apa itu bencana dan bentuk dalam suatu regulasi apa yang kita harapkan.

Kepala BMKG Tana Toraja, Agung Sudiono Abadi dalam penjelasannya mengatakan koordinasi dan komunikasi yang baik merupakan langkah awal yang paling mendasar untuk dibangun dalam penanganan bencana yang responsif. Untuk itu ia menyampaikan BMKG Tana Toraja berkomitmen mengoptimalkan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam hal memberikan informasi peringatan dini.

"Jadi, kedepannya BMKG Tana Toraja akan berkolaborasi dengan teman-teman BPBD Toraja Utara berharap peringatan dini yang dikeluarkan BMKG agar diserap langsung OPD terkait dan juga camat. Selain itu, diharapkan agar setiap kecamatan nantinya juga memiliki pos hujan," ungkap Kepala BMKG Tana Toraja Agung Sudiono Abadi.

Author : Aam MujibPhoto : Rafa Ara
Editor : LPDI DiskominfoSP Toraja Utara

 

SEKRETARIAT DAERAH

Alamat:
Jl. Ratulangi, Singki', Rantepao, kabupaten Toraja Utara,
Sulawesi Selatan
91831

Telepon Penting

Dinas Pemadam Kebakaran Toraja Utara
(0423) 2810405
Rumah Sakit Elim Rantepao, Toraja Utara
(0423) 21258
No Telepon PLN Rantepao, Toraja Utara
(0423) 21410

Statistik Website

Hari ini 137

Kemarin 425

Minggu ini 847

Bulan ini 2888

Total 20830