Pemerintah Daerah Kabupaten Toraja Utara | www.torajautarakab.go.id

RANTEPAO || Paparan senyawa kimia berbahaya seperti formalin dan beberapa zat pewarna sintetik yang tidak diperuntukkan untuk produk pangan masih menjadi ancaman yang menakutkan bagi kesehatan masyarakat konsumen pangan kita, pasalnya saat ini senyawa kimia sintetis berbahaya masih juga kerap diaplikasikan pada produk pangan dagangan yang bila dikonsumsi secara terus menerus akan menumpuk di dalam tubuh dan ditengarai menjadi pemicu timbulnya berbagai penyakit yang berbahaya dan mematikan bagi kesehatan manusia.

Berbagai cara dilakukan pemerintah untuk meminimalisir bahaya paparan zat kimia sintetis tersebut agar tidak dikonsumsi masyarakat. Selain rutin melakukan edukasi kepada masyarakat konsumen, produsen dan pedagang pangan mengenai ciri dan resiko kesehatan akibat paparan zat kimia pada pangan, pemerintah juga rutin melakukan pengawasan dan pemeriksaan langsung terhadap pangan yang dijual pedagang ke masyarakat.

Seperti halnya yang digelar oleh Tim Terpadu Pengawas Mutu Dan Keamanan Pangan Toraja Utara yang terdiri dari Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, Dinas Kominfo, dan Dinas Satpol.PP dan Damkar pada Jumat, (2/8), dengan dukungan BPOM Palopo dan aparat Koramil dan Polsek Rantepao melakukan inspeksi dan pemeriksaan langsung terhadap beberapa jenis pangan olahan dan pangan segar yang diperdagangkan di dua lokasi pasar yaitu Pasar Pagi dan Pasar Sore.

Dinas Ketahanan Pangan melalui Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Nesty Tasinan dalam keterangannya di lokasi pemeriksaan mengatakan inspeksi dan pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi beredarnya produk pangan tidak layak konsumsi khususnya yang mengandung zat kimia berbahaya di pusat - pusat perdagangan masyarakat. Ia menjelaskan kegiatan ini merupakan salah satu program yang intensif dilakukan setiap tahun untuk memberikan perlindungan masyarakat konsumen pangan di Toraja Utara agar terhindar dari mengkomsumsi zat berbahaya.

"kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya bahan formalin pada makanan, mie basah, ikan, tahu, tempe (pangan olahan) yang diperjual belikan dalam pasar", ucap Nesty.

Beberapa senyawa kimia sintetis berbahaya yang biasa digunakan produsen/pedagang "nakal" pada pangan olahan dan pangan segar baik sebagai pengawet maupun pewarna makanan dan menjadi sasaran pada pemeriksaan Tim terpadu ini yaitu pengawet formaldehida dan (sodium/natrium) biborate/piborate, disodium tetraborate/salt, boric acid atau yang kesemuanya merupakan jenis senyawa Boraks, methanil yellow (produk dagang: Cl Acid Yellow 36, Cl No. 13065, sodium phenylaminobenzene, metaniline yellow), serta rhodamin B. 

Dua senyawa kimia terakhir merupakan jenis pewarna makanan yang tidak jarang digunakan pada produk makanan siap saji seperti sambal dan kecap kemasan/botol, kerupuk,dan juga minuman syrup yang tidak diizinkan untuk ditambahkan dalam bahan pangan oleh pemerintah melalui regulasi Permenkes bernomor 239/Men.kes/Per/V/85 Tentang Zat Warna Tertentu yang Dinyatakan Sebagai Bahan Berbahaya.

Dari hasil inspeksi dan pemeriksaan Tim di lapangan terhadap keberadaan kandungan senyawa kimia berbahaya pada pangan, Nesty menyebut sejauh ini tidak ditemukan pangan yang mengandung zat berbahaya. 

"adapun alat tes yang digunakan adalah yakni Boraks Test, Formalin Test, Methanil Yellow Test, dan Rodhamin B Test dan setelah melakukan pengujian di dua lokasi yakni Pasar Pagi dan Pasar Sore tak ditemukan bahan makanan (pangan olahan) yang mengandung formalin dan tentunya aman dan layak di konsumsi," sebut Nesty. 

Kesimpulan tersebut diambil atas hasil uji sampel pada beberapa jenis pangan olahan yang diperjual belikan di kedua pasar tersebut seperti tahu-tempe, ikan, bakso, dan produk mie.

"beberapa sampel yang di teliti yakni Ikan Basah, Ikan Kering, Tahu, Tempe, Bakso, Mie yang mengandung pewarna dan beberapa sampel lainnya yang menjadi olahan di dapur sehari-hari", kunci Nesty.

Masih banyaknya kebutuhan pangan masyarakat yang berasal dari luar Toraja Utara, menjadikan Pemerintah Kabupaten Toraja Utara bersama instansi terkait bekerja ekstra melakukan pengawasan terhadap peredaran makanan yang mengandung zat berbahaya. Selain itu masyarakat konsumen juga senantiasa dihimbau agar mengkomsumsi jenis makanan yang minim mengandung zat pengawet dan pewarna buatan yang telah dinyatakan berbahaya oleh pemerintah.

Reporter: Basry

LPDI - Komunikasi Publik

Telepon Penting

Dinas Pemadam Kebakaran Toraja Utara
(0423) 2920701
Rumah Sakit Elim Rantepao, Toraja Utara
(0423) 21258
No Telepon PLN Rantepao, Toraja Utara
(0423) 21410

Statistik Website

Hari ini 11

Kemarin 370

Minggu ini 2167

Bulan ini 2167

Total 171689