Pemerintah Daerah Kabupaten Toraja Utara | www.torajautarakab.go.id

diskominfo infografis rapidtest

RANTEPAO || Hasil pemutakhiran data deteksi dini Covid-19 yang dikeluarkan Gugus Tugas Covid-19 Toraja Utara melalui Dinkes hingga hari Selasa, 5 Mei 2020, menunjukkan kinerja deteksi dini telah telah dilakukan sebanyak 3849 screening, dengan uraian 3698 kategori ODR (Orang Dalam Resiko), 12 orang dengan kategori OTG (Orang Tanpa Gejala) dan 139 warga dengan kategori ODR (Orang Dalam Pemantauan), Sedangkan untuk warga dengan kategori PDP (Pasien Dalam Pengawasan) dan konfirmasi positif sesuai data terbaru yang diterima belum ditemukan di wilayah Kabupaten Toraja Utara.

Untuk memperketat proses deteksi dini dan menjaga status nihil positif Covid-19 tersebut, Pemkab Toraja Utara melalui Gugus Tugas Covid-19  telah mendatangkan 1000 unit Rapid Test Kit yang tiba 2 hari yang lalu (Senin, 4/5) dari 2000 unit yang telah dipesan.

1000 unit rapid test kit yang tiba awal ini akan diprioritaskan bagi anggota Gugus Tugas Covid19 khususnya yang berada di lini lapangan melaksanakan screening langsung seperti para Tenaga Medis. penyemprot, dan petugas keamanan. Selain itu screening rapid test juga diprioritaskan bagi warga yang dikategorikan memiliki resiko sedang dan tinggi terpapar Covid-19.

Selain metode pengujian melalui rapid Diagnostic test (RD-T), juga digunakan metode pengujian PCR (Polymerase Chain Reaction) atau biasa disebut metode teknik Swab, merupakan metode pengujian lanjutan untuk mengkonfirmasi ada tidaknya infeksi akibat SARS-COV2.

Untuk itu masyarakat luas secara mendasar perlu mengetahui dengan benar kedua metode ini agar tidak menimbulkan pemahaman yang keliru yang berdampak pada munculnya masalah - masalah baru pada aspek lainnya.

RAPID TEST

Sesuai namanya, Rapid Diagnostic test merupakan metode pengujian awal yang hasilnya dapat diketahui dalam hitungan menit, sehingga dengan hasil yang cepat diperoleh rapid test umumnya digunakan untuk pengujian massal yang kemudian juga menjadi komponen data pendukung screening petugas dilapangan yang dikomparasikan dengan hasil wawancara untuk memantau dan mengelompokkan tingkat resiko infeksi SARS-COV2 pada seseorang.

Pada proses pengujian metode ini, spesimen yang digunakan sebagai bahan pengujian yaitu sampel darah yang diambil melalui pembuluh darah kapiler. Dengan menggunakan rapid test kit, sampel darah akan diuji untuk mengetahui ada tidaknya pembentukan/reaksi atau keberadaan antibodi (IgM dan IgM/imunoglobin) dalam darah.

Umumnya tubuh kita akan bereaksi membentuk antibodi dalam rentang waktu 7 - 10 hari setelah terjadi infeksi virus atau patogen lainnya yang ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah IgG dan IgM

Rapid test kemudian akan menghasilkan dua kesimpulan, yaitu Reaktif dan Non-Reaktif. Reaktif berarti ditemukannya pembentukan atau peningkatan jumlah antibodi dalam darah akibat adanya infeksi. Namun hasil reaktif tidak serta merta menggambarkan adanya infeksi yang diakibatkan SARS-COV2, boleh jadi disebabkan oleh patogen lain seperti virus dan bakteri yang bersifat patogenik sehingga pada diagnosis infeksi SARS-COV2 cukup banyak ditemui hasil rapid test yang false (palsu) negative dan false positive. 

Disebut false negatif jika tidak ditemukan reaksi antibodi lebih karena belum cukupnya waktu yang diperlukan oleh tubuh untuk pembentukan IgG dan IgM saat sampel darah diambil. Sedangkan untuk hasil adanya reaksi peningkatan jumlah antibodi pada sampel darah yang pada kenyataannya bukan disebabkan oleh SARS-COV19 tapi oleh patogen lain diindikasikan sebagai false positive.

Baik false negative maupun false positive dapat terkonfirmasi hanya pada pengujian lanjutan (Swab-PCR) dan atau hasil pantauan intensif atas perkembangan gejala seseorang beresiko yang menjalani protokol isolasi. 

Hasil rapid test ini kemudian menjadi referensi bagi tenaga medis dalam merekomendasikan orang yang telah melakukan screening. Jika hasilnya reaktif, direkomendasikan mengikuti pemeriksaan lanjutan melalui pengujian Swab test dengan metode PCR. bila hasilnya non-Reaktif tanpa gejala sakit disarankan untuk melaksanakan isolasi mandiri selama 14 hari. Apabila disertai gejala sakit disarankan untuk melakukan rapid test ulang dalam kurun waktu 7 hari kedepan sambil tetap menjalankan protokol isolasi mandiri.

Jadi jelas ya, parameter pengujian yang digunakan pada metode rapid test adalah keberadaan antibodi kita dalam darah, bukan keberadaan virus SARS-CoV2 sehingga hasilnya (RD-T) tidak dapat kita jadikan asumsi seseorang positif atau negatif terinfeksi Covid-19.

PCR (POLYMERASE CHAIN REACTION)

Nah selanjutnya, untuk memastikan keberadaan virus SARS-Cov2 dalam tubuh seseorang yang memiliki resiko tinggi terinfeksi, dilakukan pemeriksaan teknik Swab melalui metode PCR yang memiliki sensitivitas (akurasi) tinggi pada patogen penyebab infeksi seperti virus SARS-CoV19. Pemeriksaan melalui metode PCR juga bukanlah hal yang baru dalam dunia medis, metode ini juga digunakan dalam mendiagnosis berbagai penyakit yang disebabkan oleh infeksi patogen seperti Tuberkolusis (TBC) dan Hepatitis. 

Pada metode PCR ini, spesimen uji diperoleh melalui teknik Swab dengan mengambil  sampel cairan atau lendir yang berada dalam saluran pernafasan seperti hidung atau tenggorokan. Setelah sampel diperoleh kemudian dikirim ke laboratorium yang telah ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan RI untuk dilakukan pengujian melalui metode PCR. Khusus di Provinsi Sulawesi Selatan saat ini terdapat 3 (tiga) laboratorium pemeriksaan Covid-19 yang resmi ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan RI. 

Secara umum metode PCR ini merupakan rangkaian pengujian terhadap rantai DNA (molekul genetik) dan RNA (molekul sintetis non genetik) yang terdapat pada sampel swab melalui proses penggandaan yang kemudian akan dicocokkan dengan rantai DNA yang dimiliki SARS-CoV2. Jika ditemukan kecocokan maka pasien dinyatakan positif terinfeksi Covid-19, sementara bila tidak ditemukan kecocokan maka disimpulkan pasien negatif atau tidak terinfeksi Covid-19.

Meskipun berbagai sumber literasi media mainstream menyebutkan waktu yang dibutuhkan untuk mengetahui hasil dari rangkaian test PCR dapat diperoleh dalam waktu paling lama sekitar 2 jam, namun kapasitas laboratorium yang dibarengi dengan jumlah spesimen yang akan diuji menjadi faktor yang mempengaruhi rentang waktu yang dibutuhkan untuk mengetahui hasilnya hingga dapat berhari - hari untuk memperoleh hasil pemeriksaan PCR.

Test lanjutan metode PCR ini hanya ditujukan bagi orang atau pasien dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dengan kriteria resiko sedang dan tinggi seperti pernah kontak erat dengan pasien positif Covid-19, pernah berada di wilayah transmisi lokal Covid-19 dalam kurun waktu 14 hari saat dilakukan pengambilan sampel, dan memiliki konsistensi gejala klinis yang mengarah kuat pada gejala infeksi SARS-CoV2.  

Pengetahuan dan pemahaman kita sebagai masyarakat awam terhadap Covid-19, dalam hal ini metode pemeriksaan Rapid Test dan PCR menjadi sangat penting untuk menghindari dampak sosial dan psikologis yang ditimbulkan akibat pemahaman yang keliru, seperti terjadinya beberapa kasus penolakan dan reaksi negatif yang berlebihan di masyarakat terhadap orang - orang bahkan profesi tertentu yang beresiko terinfeksi Covid-19. 

Pandemi Covid-19 merupakan bencana kesehatan global yang pendekatan dan solusinya juga mutlak melalui penanganan medis dan kemanusiaan. Orang - orang yang memiliki resiko tinggi terhadap infeksi dan atau pasien yang terpapar virus ini bukanlah sebuah aib yang sepadan untuk disandingkan dengan perilaku amoralitas. Mereka juga adalah saudara kita yang membutuhkan dukungan rasa kemanusiaan dan empati kita bersama agar dapat terhindar dan atau sembuh dari Covid-19.

Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk menunjukkan identitas kemanusiaan kita, khususnya bagi kita orang Toraja dengan budaya kearifan lokal yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan sebagai dasar kita untuk saling memberikan dukungan kepada orang - orang beresiko dan pasien Covid-19 baik melalui sikap atau tindakan sosial maupun psikologis tanpa mengurangi upaya kita memproteksi diri sendiri dari paparan Covid-19.

#LAWANCOVID-19
#PhysicalDistancing
#rapidtest
#Dirumahaja
#torajautara

 

LPDI - Komunikasi Publik

PEMKAB. TORAJA UTARA

Alamat:
Jl. Ratulangi, No. 72 Singki', Rantepao, Kabupaten Toraja Utara,
Sulawesi Selatan - 91831
Fax: (0423) 2920970

Telepon Penting

Dinas Pemadam Kebakaran Toraja Utara
(0423) 2920701
Rumah Sakit Elim Rantepao, Toraja Utara
(0423) 21258
No Telepon PLN Rantepao, Toraja Utara
(0423) 21410

Statistik Website

Hari ini 204

Kemarin 416

Minggu ini 2626

Bulan ini 8592

Total 293889