Pemerintah Daerah Kabupaten Toraja Utara | www.torajautarakab.go.id

RANTEPAO || Bupati Kalatiku Paembonan dalam dua hari kunjungan kerjanya di tiga lembang  yang terdapat di Kecamatan, Nanggala dan Tondon (12-13/05/2020) senantiasa menghimbau kepada masyarakat agar di tengah-tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini, masyarakat Toraja mulai berusaha membangun kemandirian dalam pemenuhan kebutuhan pokok keluarga, khususnya kebutuhan pangan,

Pemerintah Kabupaten Toraja Utara melihat pandemi Covid-19 ini sebagai momentum sekaligus pelajaran berharga bagi semua pihak, di mana ketergantungan terhadap produk dan distribusi bahan pangan dari luar Toraja Utara yang terjadi selama ini harus mulai diubah, yang salah satu dapat ditempuh dengan menggerak masyarakat agar memanfaatkan sumber daya lahan atau pekarangan untuk tanaman pangan dan tanaman holtikultura yang dapat memenuhi kebutuhan konsumsi gizi keluarga.

"himbauan saya kepada masyarakat, selama Pandemi ini berlangsung agar masyarakat tetap beraktifitas di rumah dengan bercocok tanam bahan pokok makanan seperti sayur-sayuran, lombok dan tomat," imbau Bupati Kalatiku Paembonan pada kunjungan kerjanya di Lembang Nanna, Kecamatan Nanggala, Selasa (12/05/2020) lalu.

Upaya memandirikan pemenuhan kebutuhan pangan ini telah ditegaskan Bupati Toraja Utara melalui pencanangan #GerakanPenanamanHoltikultura pada 20 April 2020 lalu. Gerakan ini bertujuan mendorong setiap keluarga di seluruh pelosok lembang untuk mulai memanfaatkan lahan pekarangannya dengan membudidayakan tanaman pangan dan holtikultura.

Untuk menyukseskan gerakan ini, sebelumnya Pemerintah Kabupaten Toraja Utara telah menyiapkan bibit tanaman holtikultura yang  secara gratis dapat warga peroleh di Dinas Pertanian.

"bibit bahan pokok ini kita siapkan di Dinas Pertanian untuk di ambil secara gratis, namun di gunakan sebaik mungkin untuk kebutuhan pokok masyarakat," jelas Bupati.

BLT WUJUD SAYANG PEMERINTAH KEPADA MASYARAKAT TERDAMPAK PANDEMI COVID-19

Kunjungan kerja Bupati Kalatiku Paembonan dalam dua hari berturut - turut di Lembang Nanna, Lembang Rante dan Lembang Tondon Siba'ta dalam rangka memantau jalannya pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa kepada masyarakat.

Kepada masyarakat penerima BLT, Bupati Kalatiku Paembonan menjelaskan kebijakan alokasi Dana Desa untuk penanganan dampak pandemi Covid-19 dalam bentuk BLT merupakan wujud perhatian pemerintah kepada masyarakat desa khusus keluarga pra sejahtera yang terdampak langsung secara sosial dan ekonomi akibat pandemi Covid-19.      

"BLT adalah wujud perhatian dan kasih sayang dari pemerintah terhadap rakyat. Walau ada beberapa bantuan tapi diharapkan tidak tumpang tindih, semua masyarakat akan dapat, kecuali yang mendapat gaji dari pemerintah,yang belum dapat mendaftar sesuai prosedur," jelas Bupati Kalatiku Paembonan di Lembang Rante, Nanggala (13/05).

Kepala Lembang Rante, Mathius Mangando kepada Bupati melaporkan, total ada 80 KK penerima BLT Dana Desa di wilayahnya dan untuk penyalurannya akan diantarkan langsung ke setiap rumah keluarga penerima.

"Penerima BLT Dana Desa di lembang Rante ada 80 kepala keluarga untuk tahap pertama, dan saat ini penyerahannya secara simbolis bagi 12 KK, dengan nominal 600 ribu rupiah, per KK, kemudian penyalurannya akan dilanjutkan dari rumah ke rumah," kata Mathius.

Untuk Lembang Nanna, Yusuf Iwan Lamba selaku Kepala Lembang melaporkan total terdapat 207 KK penerima BLT Dana Desa yang terbagi dalam 3 metode pencairan, yakni 184 KK penerima melalui Kantor Pemerintah Lembang, 2 KK melalui Bank BRI dan 21 KK melalui Kantor PT. Pos Indonesia dengan jumlah jumlah nominal yang diterima setiap kepala keluarga sesuai ketentuan yaitu Rp. 600.000,00 / KK.

Sementara, di Lembang Tondon Siba'ta, 261 KK dikonfirmasi menjadi penerima BLT Dana Desa.  

Realokasi Dana Desa ke peruntukan Bantuan Langsung Tunai merupakan salah satu paket yang terdapat dalam Kebijakan program Bantuan Sosial pemerintah dalam rangka memberikan stimulus ekonomi bagi masyarakat desa yang terdampak langsung pandemi Covid-19.

Untuk payung hukum, pelaksanaan BLT Dana Desa berpedoman pada ketentuan Permendes PDTT Nomor 6 Tahun 2020 yang diterbitkan sebagai revisi atas Permendes PDTT Nomor 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020.

Dalam Permendes tersebut diatur besaran realokasi anggaran Dana Desa untuk BLT disesuaikan pagu dana desa yang diterima, yaitu 35% untuk pagu di atas Rp. 1.2 Milyar, 30% untuk pagu Rp. 800 juta - Rp. 1,2 Milyar, dan 25% untuk pagu kurang dari Rp. 800 juta.   

Untuk sasaran, penerima BLT yaitu keluarga miskin yang tidak termasuk penerima bantuan sosial pemerintah jenis lainnnya seperti PKH dan BPNT.

Selain BLT, Permendes ini juga mengizinkan penggunaan Dana Desa dalam situasi bencana pandemi Covid-19 untuk jaring pengaman bidang kesehatan, yang mana dijelaskan penggunaannya untuk kegiatan pembentukan Relawan Desa Lawan Covid-19 yang memiliki tugas diantaranya melakukan pendataan warga yang memiliki resiko rentan sakit dan juga mendata warga yang telah memperoleh dan tidak memperoleh kebijakan bantuan sosial pemerintah, baik dari Pusat maupun Daerah dan juga melakukan pendataan warga.

Reporter: Martinus S; Julina Rande; Sendri Sudi; Amos Rapang
 
LPDI - Komunikasi Publik

PEMKAB. TORAJA UTARA

Alamat:
Jl. Ratulangi, No. 72 Singki', Rantepao, Kabupaten Toraja Utara,
Sulawesi Selatan - 91831
Fax: (0423) 2920970

Telepon Penting

Dinas Pemadam Kebakaran Toraja Utara
(0423) 2920701
Rumah Sakit Elim Rantepao, Toraja Utara
(0423) 21258
No Telepon PLN Rantepao, Toraja Utara
(0423) 21410

Statistik Website

Hari ini 259

Kemarin 273

Minggu ini 532

Bulan ini 532

Total 252165