Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang SD tingkat Kabupaten Toraja Utara Tahun 2026 diarahkan menjadi ruang pengembangan bakat, kreativitas, dan budaya literasi siswa sejak dini.
Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong menyebut FLS3N bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi ruang pembinaan karakter, kreativitas, dan keberanian siswa untuk mengembangkan potensi sejak dini.
“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak diberi ruang untuk mengekspresikan bakat, kreativitas, dan kemampuan yang mereka miliki,” ujar Frederik Victor Palimbong saat membuka FLS3N jenjang SD tingkat Kabupaten Toraja Utara di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Toraja Utara, Kamis (14/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menekankan pentingnya budaya literasi dan kebiasaan menulis bagi generasi muda.
“Tulis apa yang kita lakukan dan lakukan apa yang kita tulis,” pesannya di hadapan peserta dan guru pendamping.
Frederik Victor Palimbong turut membagikan pengalamannya saat meraih juara karya ilmiah tingkat Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 1982 sebagai bentuk motivasi kepada siswa agar terus mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan keberanian berkarya.
Menurutnya, pengembangan talenta siswa perlu didukung sejak dini melalui ruang-ruang pembelajaran dan kompetisi yang mampu membangun rasa percaya diri serta kemampuan berkomunikasi siswa.
FLS3N tingkat SD Tahun 2026 di Kabupaten Toraja Utara diikuti siswa dari berbagai sekolah dasar dan mempertandingkan sejumlah cabang lomba, di antaranya menyanyi solo, pantomim, tari kreasi, kriya, gambar bercerita, menulis cerita, serta mendongeng.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Toraja Utara, Sekretaris Daerah, Ketua TP-PKK Toraja Utara, Staf Ahli Bupati, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Toraja Utara, para pengawas sekolah, kepala sekolah, guru pendamping, serta peserta FLS3N tingkat SD se-Kabupaten Toraja Utara.
Diskominfo-SP - 2026
















