Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong menekankan pentingnya pembinaan atlet secara berkelanjutan sejak usia sekolah saat membuka Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Jenjang Sekolah Dasar Tingkat Kabupaten Toraja Utara Tahun 2026 di Gedung Olahraga (GOR) Rantepao, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, prestasi olahraga tidak dapat diraih secara instan, melainkan membutuhkan proses pembinaan yang terencana dan berkesinambungan sejak usia dini.
“Meraih prestasi tidak dalam satu malam. Harus dimulai dengan pembinaan dan persiapan yang matang. Untuk menjadi tuan rumah event besar, kita juga harus menunjukkan kesiapan fasilitas dan sumber daya yang kita miliki,” ujarnya.
Bupati menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Toraja Utara terus memperkuat pembinaan olahraga melalui peningkatan sarana dan prasarana pendukung. Sejumlah program yang tengah disiapkan antara lain pembangunan fasilitas panjat tebing (speed climbing), rencana pembangunan GOR alternatif dan stadion mini, serta perbaikan lapangan olahraga di beberapa kecamatan.
Selain pembangunan fasilitas, pemerintah daerah juga mendorong pengembangan berbagai cabang olahraga melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, termasuk cabang olahraga bela diri seperti karate dan pencak silat.
Ia menegaskan bahwa pembangunan fasilitas olahraga harus berjalan seiring dengan pembinaan atlet yang berkelanjutan agar prestasi yang telah diraih dapat terus berkembang.
“Percuma kita membuat kejuaraan dan perlombaan jika tidak ada pembinaan setelahnya. Prestasi harus dijaga dan dikembangkan melalui pembinaan yang berkesinambungan,” tegasnya.
Bupati juga meminta para guru untuk berperan aktif memetakan minat dan bakat peserta didik sebagai bagian dari upaya menyiapkan atlet-atlet muda yang mampu berprestasi di masa mendatang.
Ajang seperti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) penting untuk terus digalakkan di Kabupaten Toraja Utara, tidak hanya untuk mengasah bakat dan melahirkan prestasi, tetapi juga menjadi ruang pembentukan mentalitas dan karakter generasi muda.
“Berlomba tujuannya tidak hanya menjadi juara, tetapi yang paling penting adalah membangun jiwa kompetisi yang sportif, disiplin, dan berkarakter,” pesannya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Toraja Utara Yermia T. M. Marewa menjelaskan bahwa O2SN menjadi bagian dari upaya pengembangan talenta peserta didik sekaligus sarana pembentukan karakter melalui olahraga yang sehat, kompetitif, dan menjunjung tinggi sportivitas.
O2SN merupakan ajang pengembangan talenta peserta didik di bidang olahraga yang dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat satuan pendidikan hingga nasional. Tahun ini, peserta yang bertanding di tingkat kabupaten merupakan para juara dari masing-masing kecamatan pada cabang olahraga bulu tangkis dan kids atletik, sementara cabang renang dilaksanakan langsung di tingkat kabupaten.
Diskominfo-SP - 2026















