Komp. Perkantoran Marante, Jl. Poros Rantepao – Palopo KM.4, Lembang Tondon Kecamatan Tondon info@torajautarakab.go.id 085175359919

Perubahan pola usaha dan penetrasi ekosistem digital dan e-commerce dalam aktivitas ekonomi masyarakat menjadi aspek penting yang akan dipotret dalam Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Toraja Utara. Kegiatan yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut secara resmi dicanangkan oleh Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong di Ruang Pola Kantor Bupati, Rabu (17/6/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong, S.T., S.M., M.Ak menyampaikan, data hasil SE2026 menjadi instrumen penting yang akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai perkembangan dunia usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat di Toraja Utara.

 

Data dan informasi yang tersaji pada hasil Sensus ekonomi menjadi salah satu pijakan dalam penyusunan kebijakan, perencanaan program, hingga penganggaran pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran.

 

"Sensus Ekonomi merupakan program strategis nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. Data yang dihasilkan akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan, perencanaan program, serta pengambilan keputusan yang tepat sasaran," kata Bupati.

 

Ketersediaan data ekonomi yang akurat turut membantu pemerintah membaca perubahan pola konsumsi masyarakat, perkembangan usaha berbasis teknologi, serta dinamika sektor ekonomi yang terus berkembang..

 

Kepala BPS Kabupaten Toraja Utara, Mansyur Madjang, S.Si., M.Si  menjelaskan bahwa SE2026 akan memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai aktivitas ekonomi masyarakat di tengah perubahan pola usaha dan konsumsi yang dipengaruhi perkembangan teknologi digital dalam satu dekade terakhir.

 

"Sensus Ekonomi merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali dan tahun ini merupakan sensus ekonomi kelima yang dilaksanakan secara nasional. Ini menjadi momentum untuk mencatat aktivitas ekonomi yang ada di Indonesia, khususnya di Kabupaten Toraja Utara," ujar Mansyur.

 

Dalam satu dekade terakhir, pola usaha masyarakat mengalami berbagai perubahan seiring perkembangan teknologi digital yang semakin memengaruhi aktivitas ekonomi. Perubahan tersebut terlihat dari semakin luasnya pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran produk melalui media sosial, transaksi berbasis platform digital, hingga berkembangnya berbagai layanan usaha yang memanfaatkan ekosistem e-commerce.

 

"Secara kasat mata banyak dinamika aktivitas ekonomi yang berubah, terutama pemanfaatan teknologi digital dalam usaha yang dijalankan masyarakat. Perubahan aktivitas ini perlu didata dengan baik agar kita memperoleh potret ekonomi yang sesungguhnya sehingga kebijakan ekonomi dapat disusun lebih tepat sasaran," lanjutnya.

 

Pencanangan SE2026 ditandai dengan pemukulan gendang sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan sensus, dilanjutkan dengan penyematan rompi dan tanda pengenal kepada petugas sensus ekonomi serta penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis.

 

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Toraja Utara, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli, pimpinan perangkat daerah, camat, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Toraja, serta Petugas Pendataan Lapangan (PPL) dan Petugas Pemeriksa/Pengawas Lapangan (PML) yang akan terlibat dalam pelaksanaan SE2026.

 

SE2026 menghadirkan gambaran terkini mengenai aktivitas ekonomi masyarakat yang terus berkembang. Informasi tersebut menjadi landasan penting bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dinamika dunia usaha.

 

Diskominfo-SP - 2026