Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Toraja Utara bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menggelar KPK Goes to School bertema “Cegah Korupsi Sejak Dini”, Kamis (27/8/2026). Kegiatan ini membawa pesan pendidikan antikorupsi melalui pembiasaan sikap jujur, disiplin, dan bertanggung jawab.
Rangkaian kegiatan berlangsung di Generation For Christ School, Rantepao, serta Gedung Art Center. Kegiatan ini melibatkan peserta didik tingkat TK, SD, dan SMP serta para guru.
Ketua TP PKK Kabupaten Toraja Utara, Damayanti B. Palimbong, menekankan pentingnya pendidikan antikorupsi sebagai bagian dari pembentukan karakter anak. Menurutnya, proses tersebut perlu dimulai dari keluarga, kemudian diperkuat melalui sekolah dan lingkungan masyarakat.
“Korupsi itu bisa dicegah sejak dini. Kalau anak-anak sejak kecil sudah memahami bahaya korupsi, diharapkan ketika dewasa dan memasuki dunia kerja tidak melakukan perbuatan korupsi,” ujarnya.
Kejujuran menurut Damayanti merupakan pondasi integritas yang mesti ditekankan dan di internalisasi dalam pendidikan anak. Mendorong praktik kejujuran sehari-hari pada anak akan membentuk struktur kognitif dan emosinal yang selaras dengan nilai dan tindakan. Untuk itu ia mengajak para pelajar membiasakan kejujuran dalam kehidupan sehari-hari, tidak mengambil sesuatu yang bukan haknya, serta berani mengakui kesalahan.
“Kalau kita melihat teman melakukan sesuatu yang tidak benar, kita harus berani mengatakan yang benar. Yang salah jangan ditutupi,” pesannya.
Disiplin, kemandirian, kerja keras, dan kepedulian terhadap sesama turut menjadi nilai yang ia tekankan. Bagi Damayanti, pendidikan antikorupsi berkaitan erat dengan karakter dan budaya yang dibangun dalam lingkungan terdekat anak.
Pada kegiatan di sekolah, Ketua TP PKK yang juga menjalankan peran sebagai Bunda PAUD Kabupaten Toraja Utara berinteraksi langsung dengan anak-anak dalam sesi edukasi. Kegiatan bagi peserta didik usia dini juga diisi dengan pembacaan buku cerita bergambar.
Di ART Center, materi bagi peserta didik SD dan SMP disampaikan oleh Andi Khairuzaman, Analis Tindak Pidana Korupsi, dilanjutkan dengan tanya jawab. Sementara itu, materi bagi guru TK, SD, dan SMP disampaikan oleh Direktur Jejaring Pendidikan KPK, Dian Novianthi.
Damayanti berharap kerja sama kegiatan pendidikan antikorupsi dapat berlanjut sebagai bagian pembentukan karakter generasi Toraja Utara yang berintegritas.
“Moga kegiatan ini menjadi langkah kecil yang membawa perubahan besar bagi lahirnya generasi Toraja Utara yang cerdas, berkarakter, berintegritas, dan tentunya antikorupsi. Mari kita mulai dari diri sendiri dan dari keluarga kita,” pungkasnya.
Diskominfo-SP - 2026















