Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Toraja Utara memperkuat kesiapsiagaan bencana dan pelaksanaan donor darah menjelang HUT ke-81 PMI. Upaya tersebut dilaksanakan melalui sosialisasi, simulasi tanggap darurat bencana, dan donor darah di Art Center Alun-Alun Kota Rantepao, Jumat (11/9/2026).
Pemerintah Kabupaten Toraja Utara, PMI Kabupaten Toraja Utara, dan Kejaksaan Negeri Tana Toraja menggelar kegiatan tersebut untuk meningkatkan kapasitas personel dalam merespons keadaan darurat sekaligus menjaga keberlanjutan aksi donor darah.
Bupati Toraja Utara yang juga Ketua PMI Kabupaten Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, menempatkan kesiapan personel dan masyarakat sebagai bagian penting dalam mengurangi dampak bencana.
“Tujuan utama kita adalah meminimalkan korban jiwa dan kerugian harta benda. Tanggung jawab ini bukan hanya pemerintah, BPBD, kecamatan, lembang, dan PMI, tetapi membutuhkan keterlibatan relawan serta masyarakat yang terlatih,” tegas Frederik.
Data Indeks Risiko Bencana Indonesia 2024 yang diterbitkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat Toraja Utara memiliki skor 143,14 dan berada dalam kelas risiko sedang. Kondisi tersebut tetap memerlukan kesiapsiagaan karena Toraja Utara menghadapi beragam ancaman bencana pada wilayah dengan karakter geografis yang berbeda.
Respons Bencana Diperkuat, Donor Darah Dijadwalkan Berkala
Bupati meminta peningkatan kapasitas personel berjalan bersama pemenuhan peralatan modern, khususnya untuk pencarian dan pertolongan korban. Kemampuan tersebut diperlukan agar penanganan awal dapat dilakukan lebih cepat dan Toraja Utara semakin mandiri dalam menghadapi keadaan darurat.
Pelatihan dan simulasi juga memberi ruang bagi peserta untuk memperbarui pengetahuan, memahami pembagian peran, serta melatih koordinasi ketika bencana terjadi. BPBD Kabupaten Toraja Utara berperan sebagai ko-fasilitator dalam pelaksanaan simulasi tanggap darurat.
Kewaspadaan terhadap tanah longsor menjadi salah satu perhatian. Bupati menyebut Baruppu, Buntu Pepasan, Rindingallo, Dende Piongan Napo, dan sejumlah titik di Kecamatan Tikala sebagai wilayah yang memerlukan perhatian terhadap potensi longsor.
Pengawasan pembangunan juga perlu diperkuat pada bangunan yang berada di badan sungai, bahu jalan, dan kawasan rawan longsor. Pertimbangan keselamatan serta risiko bencana perlu diterapkan sejak tahap perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
Pemerintah Kabupaten Toraja Utara juga akan mendorong pengaktifan kembali sistem keamanan lingkungan di tingkat dusun dan lingkungan. Siskamling dapat mendukung penyebaran informasi kebencanaan, kewaspadaan warga, dan komunikasi awal ketika keadaan darurat terjadi.
Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja Andi Mujahidah mengapresiasi dukungan Pemkab Toraja Utara dan PMI dalam pelaksanaan donor darah. Ia menilai pembaruan pengetahuan kebencanaan dan kesinambungan donor darah memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
“Pengetahuan mengenai kebencanaan perlu terus diperbarui melalui sosialisasi, pelatihan, dan simulasi. Demikian pula donor darah perlu dilakukan secara berkelanjutan karena darah yang disumbangkan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Pelaksanaan donor darah secara berkala membantu menjaga ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan transfusi. Andi mendorong kegiatan tersebut dijadwalkan secara berkelanjutan agar partisipasi pendonor dapat terus dipelihara.
Ketua Panitia Irmawati Patandung mengatakan kegiatan membawa tema HUT PMI ke-81, “Peduli, Bergerak Bersama”. Tema tersebut diwujudkan melalui keterlibatan unsur pemerintah, tenaga kesehatan, relawan, komunitas, dan organisasi kebencanaan.
Peserta kegiatan berasal dari 28 puskesmas, kecamatan dan kelurahan, Forum Pengurangan Risiko Bencana, Crisis Center Gereja Toraja, Badan Penanggulangan Bencana PPNI Toraja Utara, BPBD, serta unsur TNI dan Polri.
Kegiatan tersebut bagian dari rangkaian HUT ke-81 PMI yang diperingati pada 17 September 2026 dan Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 yang diperingati pada 2 September 2026.
Diskominfo-SP - 2026















