Komp. Perkantoran Marante, Jl. Poros Rantepao – Palopo KM.4, Lembang Tondon Kecamatan Tondon info@torajautarakab.go.id 085175359919

Aksi bersih sungai dalam World Cleanup Day (WCD) 2026 di Toraja Utara mengajak seluruh unsur masyarakat membiasakan pemilahan sampah mulai dari rumah.

Saat melepas peserta di Alun-Alun Rantepao, Jumat (2/10/2026), Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong mengingatkan bahwa sungai masih digunakan sebagian warga sebagai tempat pembuangan sampah.

 

“Beberapa minggu terakhir kita melihat kondisi sungai yang kering, dan ketika air surut terlihat sampah. Artinya, masih ada masyarakat yang menjadikan sungai sebagai tempat sampah. Kebiasaan ini harus kita hentikan,” tegasnya.

 

Untuk mencegah persoalan yang sama berulang, edukasi perubahan perilaku perlu diarahkan pada cara sampah dikelola sebelum keluar dari rumah. Dalam arahannya, Bupati menempatkan keluarga sebagai lingkungan awal untuk membangun kebiasaan tersebut.

 

“Yang kita lakukan adalah mulai mengedukasi dari rumah, dengan memilah sampah dan memastikan rumah serta lingkungan kita bersih. Pemisahan sampah organik, anorganik dan residu harus dimulai dari rumah,” katanya.

 

Dalam kegiatan tersebut, peserta melakukan pembersihan di tiga titik, yakni Jembatan Tagari, To’ Saruran, dan Jembatan Malanggo. Pelajar, organisasi kepemudaan, komunitas lingkungan, serta berbagai unsur masyarakat mengambil bagian dalam aksi tersebut.

 

Keterlibatan pelajar memberi ruang bagi pendidikan lingkungan melalui pengalaman langsung. Mereka ikut membersihkan sampah di sungai bersama komunitas, menghadapi persoalan yang sehari-hari berada di sekitar tempat tinggal dan aktivitas masyarakat.

 

“Anak-anak kita hari ini turun ke sungai bersama komunitas lainnya untuk melakukan pembersihan. Ini adalah bentuk kepedulian dan pendidikan karakter yang sangat baik. Mari kita bersihkan kota kita, kita bersihkan sungai kita,” ujar Bupati.

 

Untuk membangun kebiasaan tersebut, keteladanan di lingkungan terdekat mendapat perhatian. Bupati meminta setiap orang memulai dari perilakunya sendiri, sekaligus mengingatkan orang lain dengan cara yang baik ketika menemukan tindakan membuang sampah sembarangan.

 

“Jadikan diri kita sebagai contoh yang baik. Jangan membuang sampah sembarangan. Hal-hal kecil harus kita mulai dari diri sendiri,” katanya.

 

Di sisi dukungan fasilitas, Pemerintah Kabupaten Toraja Utara melalui Dinas Lingkungan Hidup menyediakan tempat sampah di sejumlah lokasi. Penyediaan fasilitas tersebut berjalan bersama ajakan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.

 

WCD Toraja Utara tahun ini mengusung tema “Aksi Bersih Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah”. Pesertanya mencakup pelajar dari SMK Nusantara, SMK Tagari, SMK Harapan, dan SMA Pelita, bersama Remaja Kalpataru, pemerhati lingkungan, serta organisasi dan komunitas lainnya.

 

Unsur perangkat daerah, pemerintah kecamatan, TNI-Polri, PMI, sejumlah puskesmas, dan PWGT Jemaat Rantepao juga terlibat dalam kegiatan. Bupati mengharapkan kebiasaan menjaga kebersihan terus dilaksanakan dari keluarga hingga lingkungan masyarakat.

 

Selain aksi bersih di tiga lokasi, rangkaian kegiatan mencakup sosialisasi Palang Merah Remaja (PMR) bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Toraja Utara serta sosialisasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

 

 

Diskominfo-SP - 2026