Pemerintah Daerah Kabupaten Toraja Utara | www.torajautarakab.go.id

RANTEPAO || Refocusing atau penyesuaian anggaran sebagai salah satu strategi fiskal pemerintah pusat dalam menjaga efektifitas dan efisiensi pengelolaan keuangan untuk mengoptimalkan percepatan penanganan pandemi Covid-19 di satu sisi telah turut memberikan pengaruh langsung terhadap kondisi keuangan pemerintah daerah.

Pengaruhnya pada postur alokasi keuangan daerah dan berlanjut ke akselerasi pencapaian target pada sektor - sektor pelayanan pembangunan yang telah ditetapkan.     

Bupati Toraja Utara Yohanis Bassang, SE., M.Si mengatakan Pemerintah Daerah segera akan menempuh langkah - langkah penyesuaian refocusing melalui kebijakan pengkoreksian alokasi anggaran termasuk upaya mengoptimalkan pengelolaan sumber - sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) khususnya di sektor riil.  

"mengenai refocusing anggaran yang terjadi di daerah kita sesuai nomenklatur Pemerintah Pusat diakibatkan karena Pandemi Covid 19 sehingga dalam penataan dan evaluasi perlu diambil kebijakan serta evaluasi secara menyeluruh termasuk melihat potensi pengembangan ekonomi masyarakat di Toraja Utara salah satunya perkembangan pasar Tradisional di Toraja Utara," kata Bupati Toraja Utara di depan Pimpinan dan Anggota DPRD Toraja Utara pada Rapat Paripurna dalam rangka Penyampaian Laporan Hasil Reses DPRD Kabupaten Toraja Utara masa sidang I (November 2020 s/d Februari 2021) tahun sidang 2020/2021, pada hari Selasa (18/5/2021) lalu.

Salah satu langkah optimalisasi penerimaan melalui PAD melalui sektor riil yang akan dilakukan tersebut yakni penertiban izin usaha Toko dan Pasar Modern.

"Dalam waktu dekat kita akan mengevaluasi ijin Toko dan Pasar Modern yang ada di Toraja Utara untuk melihat keabsahan ijin yang diterbitkan," lanjutnya.

Selain itu, pengurangan jumlah tenaga kontrak daerah sesuai standar kebutuhan dan kondisi keuangan daerah menjadi salah satu kebijakan Pemerintah Kabupaten Toraja Utara menjaga keseimbangan fiskal daerah. Hasil dari rasionalisasi juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan tenaga kontrak daerah yang benar - benar bekerja produktif.  

"terkait masalah tenaga honorer dengan upah yang dibawah UMR atau UMP yaitu Rp. 650.000 apakah itu manusiawi dengan gaji demikian, sehingga tenaga kontrak daerah akan rasionalisasi berdasarkan kemampuan keuangan daerah sesuai kebutuhan daerah dan mulai bulan Juli mendatang dari honor Rp. 650.000 akan ditingkatkan menjadi Rp. 1.000.000," terang Bupati Yohanis Bassang.

"Tenaga Kontrak atau PHT produktif akan dipertahankan dan bagi yang tidak produktif akan kita diberhentikan aspek penilaian meliputi lamanya pengabdian, produktif dan kerajinan. Semoga melalui Rapat Paripurna ini untuk seluruh anggota dewan agar menyatukan persepsi terkait hal ini,' tambah Bupati.

Sebagaimana diketahui, pengaruh refocusing terhadap kondisi keuangan daerah ada di Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) yang bersumber dari APBN, transfer daerah lainnya, dan penerimaan dari Pendapatan Asli Daerah.    

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kab. Toraja Utara, dipimpin oleh Ketua DPRD Kab. Toraja Utara Nober Rante Siama' dan turut dihadiri Wakil Bupati Toraja Utara Frederik V. Palimbong, ST, Sekretaris Daerah Kab. Toraja Utara Drs. Rede Roni Bare, M. Pd, 21 Anggota Dewan, para Asisten Setda, para Staf Ahli Bupati, para Kepala Dinas, para Kepala Badan dan Camat Se-Kab Toraja Utara  

 
Reporter: Basry - Muh. Arafa.
 
 
LPDI - Diskominfo.SP  ©2021

PEMKAB. TORAJA UTARA

Alamat:
KOMPLEKS PERKANTORAN PEMKAB. TORAJA UTARA MARANTE,
JL. POROS RANTEPAO-PALOPO, KEC. TONDON, SULAWESI SELATAN - 91831
FAX: (0423) 2920970

Telepon Penting

Dinas Pemadam Kebakaran Toraja Utara
(0423) 2920701
Rumah Sakit Elim Rantepao, Toraja Utara
(0423) 21258
No Telepon PLN Rantepao, Toraja Utara
(0423) 21410

Statistik Website

Hari ini 31

Kemarin 261

Minggu ini 31

Bulan ini 4794

Total 400045