Pemerintah Daerah Kabupaten Toraja Utara | www.torajautarakab.go.id

Rantepao || Sebagai upaya penanganan dan pencegahan masalah permukiman kumuh, sejak tahun 2016 lalu pemerintah pusat melalui Ditjen CIpta Karya Kementerian Pekerjaan Umum Dan Permukiman Rakyat (PUPR) mulai mensosialisasikan program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU).

Dengan mencakup 34 Provinsi dan 269 Kabupaten/Kota, program KOTAKU dilaksanakan melalui kegiatan pembangunan atau rehabilitasi infrastruktur dan pembinaan/pendampingan sosial ekonomi yang kesemuanya ditujukan untuk mengubah wajah permukiman kumuh menjadi permukiman yang layak huni yang turut ditunjang dengan pemberdayaan kapasitas masyarakat meningkatkan perekonomiannya.

Sebagai tindak lanjut program KOTAKU tersebut, Pemkab Toraja Utara bersama Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Kelurahan Rante Pasele pada hari Rabu (28/8) lalu di Kantor Kelurahan Rante Pasele, Kecamatan Rantepao memulai tahapan Sosialisasi massal program KOTAKU di Toraja Utara yang ditandai peletakan Batu Pertama mulainya pengerjaan pembangunan penanganan kawasan kumuh oleh Kepala Dinas Kominfo.SP Toraja Utara yang dalam kesempatan tersebut mewakili Bupati Toraja Utara, bersama Sekcam Rantepao Manaek Monalisa Bara' Allo yang mewakili Camat Rantepao.

Kepala Dinas Kominfo.SP Toraja Utara Drs. Fitra, M.Adm.Pemb menyampaikan, untuk pembangunan infrastruktur umumnya melibatkan investasi anggaran yang tidak sedikit sehingga pelaksanaan kegiatan KOTAKU tersebut akan dimonitoring dan dievaluasi secara berkala untuk memastikan tercapainya efektifitas sasaran kegiatan. Untuk itu semua pihak yang terlibat khususnya BKM dan KSM diharapkan mengelola program KOTAKU tersebut sesuai juknis dan tepat sasaran.

"dan mari kita sama-sama komitmen untuk melaksanakan tugas ini sampai selesai. Karena dalam pemberdayaan ini, anggaran yang di terima cukup besar, yaitu 1,5 milyar rupiah, jangan sampai menyalah gunakan semua itu, karena ada pihak-pihak yang mengawasi setiap pekerjaan kita," kata Fitra.

Keberhasilan pelaksanaan program KOTAKU di kelurahan Rante Pasele akan menjadi referensi model bagi lingkungan permukiman lain bagaimana masyarakat terlibat langsung mengelola dan menata fasilitas sarana prasarana permukimannya yang dulunya tidak tertata dan bersih menjadi lingkungan yang layak huni.

"semoga pekerjaan ini berjalan lancar sehingga daerah ini menjadi kawasan bebas kumuh serta nantinya menjadi kawasan yang berkembang dan menjadi contoh bagi tempat-tempat yang lain," jelas Kadis Kominfo.

Fasilitasi keterlibatan masyarakat dalam kegiatan program KOTAKU mulai dari perencanaan hingga pemeliharaan mengindikasikan besarnya tanggung jawab masyarakat sendiri untuk membangun, menata dan memelihara akses masyarakat terhadap infrastruktur yang menjadikan lingkungan permukimannya layak huni.

"ini adalah Program kerja. Inilah yang menjadi tanggung jawab kita bersama. Program kerja ini adalah dari pemerintah yang di berikan kepada masyarakat, yang di rencanakan oleh masyarakat, serta masyarakat juga yang mengerjakannya. Yang paling penting adalah, masyarakat pula yang mempertanggung jawabkan hasil kerjanya nanti. Semoga program ini berjalan dengan lancar, serta kawasan ini menjadi indah di pandang mata," jelas Benny Kendek Allo selaku Satker/PPK KOTAKU Toraja Utara.

Benny Kendek mengingatkan, kegiatan KOTAKU dikerjakan swadaya dan diarahkan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan publik akan permukiman dan lingkungan yang layak, maka ukuran efektifitas keberhasilannya yaitu bagaimana alokasi anggaran kegiatan sepenuhnya untuk menghasilkan pekerjaan sarana prasarana penunjang lingkungan yang berkualitas sehingga berdampak pada perbaikan lingkungan hunian masyarakat.

"karena ini program sifatnya keswadayaan, untuk itu di sini kita bukan mencari keuntungan. Yang di harapkan di sini adalah partisipasi dari setiap masyarakat. Kalau di analogikan, KSM yang terbentuk ini, serta masyarakat yang ada adalah Kontraktor," imbuhnya.

Terdapat 7 indikator kumuh yang menjadi sasaran penanganan program KOTAKU tersebut, yaitu:

1. Bangunan/Rumah;

2. Akses Jalan Lingkungan;

3. Akses Air Minum;

4. Akses Drainase

5. Sanitasi Lingkungan;

6. Pengelolaan Persampahan;

7. Pencegahan & Pengamanan Bencana Kebakaran.


Reporter: Swita Turalaki; Amos Rapang
 
LPDI - Komunikasi Publik

PEMKAB. TORAJA UTARA

Alamat:
Jl. Ratulangi, No. 72 Singki', Rantepao, Kabupaten Toraja Utara,
Sulawesi Selatan - 91831
Fax: (0423) 2920970

Telepon Penting

Dinas Pemadam Kebakaran Toraja Utara
(0423) 2920701
Rumah Sakit Elim Rantepao, Toraja Utara
(0423) 21258
No Telepon PLN Rantepao, Toraja Utara
(0423) 21410

Statistik Website

Hari ini 592

Kemarin 777

Minggu ini 2716

Bulan ini 10716

Total 165439