Pemerintah Daerah Kabupaten Toraja Utara | www.torajautarakab.go.id

TONDON || Memasuki masa transisi, Pemkab Toraja Utara secara bertahap mulai melaksanakan langkah - langkah persiapan menuju tatanan kehidupan normal baru salah satunya dengan menyusun skenario tatanan kehidupan normal baru yang adaptif dan efektif sesuai karakteristik sosial dan kultur masyarakat Toraja umumnya.

Untuk itu, pada Selasa (30/7/2020) lalu di Kompleks Gabungan Dinas Pemkab, Panga', Dinas Kesehatan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Toraja Utara menggelar Rapat Koordinasi dengan agenda mendengar dan membahas masukan serta perkembangan isu penanganan covid-19 dari gugus tugas penanggulangan pandemi covid-19 di 21 kecamatan, 

Rakor yang dipimpin Asisten Bidang Administrasi Umum Setda, Dra. Simbong Ranggina, M.H tersebut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan, Elizabeth R. Zakaria, Kepala BPBD, Alexander Tappang, dan Ka. Diskominfo.SP, Yakub Pongsendana, dengan peserta para Camat, Sekcam dan Kepala Puskesmas.

Dikemas dalam bentuk diskusi, pelaksanaan rakor dimaksudkan untuk menyamakan persepsi antara otoritas di kecamatan dengan pihak puskesmas terkait persiapan penerapan tatanan kehidupan normal baru di wilayah kerja masing-masing. 

"hari ini kita duduk bersama untuk menggalang masyarakat kita agar tidak terjadi KLB (Kejadian Luar Biasa Covid-19). Ini juga supaya teman-teman di Puskesmas sejalan dengan Pak Camat. Kita ingin apa yang kita bersama - sama niatkan semuanya untuk rakyat," kata Ka. Dinkes, ELizabeth.

Sebelumnya, terkait konsep tatanan normal baru di Toraja Utara, Simbong Ranggina dalam arahannya menyampaikan,  implementasi tatanan normal baru pada sektor - sektor prioritas yang telah ditetapkan di Toraja Utara harus dibarengi penegasan dan strategi edukasi serta komunikasi yang komprehensif, aktif dan massive agar semua pihak, perangkat pemerintah khususnya masyarakat memiliki pemahaman yang benar mengenai Covid-19 dan dapat diadaptasikan secara praktis dalam iklim sosial Toraja yang sarat dengan adat istiadat.

Hal tersebut disampaikannnya dengan melihat peningkatan kasus Covid-19 di Kota Makassar, yang mana disinyalir sikap skeptis yang terbentuk di masyarakat terhadap isu penerapan protokol kesehatan mempunyai andil penentu dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.   

"coba kita lihat kasus covid di kota Makassar, grafiknya naik karena masyarakat tidak mengindahkan lagi, karena kurang pemahaman. Masyarakat masih banyak yang menunggu untuk ditindaki,"  

Simbong Ranggina berharap, konsep tatanan kehidupan normal baru di Toraja Utara nantinya tetap dapat menjadi instrumen efektif mencegah dan memutus mata rantai penyebaran covid-19 di setiap sektor aktifitas produktif masyarakat.    

"kita pertahankan apa yang sudah ada, tidak naik lagi (kasus covid-19), itu yang harus kita tekankan bagaimana langkah - langkah yang tepat kita tempuh agar kasus ini tidak bertambah," imbaunya.

Setidaknya ada empat sektor prioritas menjadi sasaran awal penerapan tatanan kehidupan normal baru yang tiga di antaranya sedang diuji coba  di Toraja Utara. Empat sektor prioritas tersebut yaitu aktifitas perekonomian/perdagangan (pasar/toko modern), aktifitas peribadatan (rumah Ibadah), pariwisata (objek wisata) dan aktifitas upacara/pesta adat.

Khusus pelaksanaan upacara/pesta adat, Kepala BPBD, Alexander Tappang mengingatkan kepada otoritas di kecamatan dan lembang agar berpedoman kepada keputusan hasil rapat Forkopimda bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Toraja Utara beberapa waktu yang lalu yang mana kegiatan upacara adat yang melibatkan kerumunan orang belum diperkenankan untuk dilaksanakan.

Ia mengungkapkan untuk pelaksananaan upacara adat masih menunggu hasil kajian dan evaluasi atas uji coba penerapan kebijakan new normal yang sedang diterapkan pada sektor aktifitas perdagangan, peribadatan, dan pariwisata. Hasil evaluasi tersebut nantinya akan menjadi referensi bagi pemerintah untuk menetapkan skenario yang tepat dan aman bagi masyarakat dalam melaksanakan upacara atau kegiatan adat di masa pandemi covid-19.  

"untuk Rambu Tuka' dan Rambu Solo'. kita akan evaluasi hasil pelaksanaan yang tiga ini: pertama pasar, tempat ibadah, dan pariwisata. Jangan sampai kita lanjutkan ini, kita kuatirkan akan lebih parah kejadiannnya. kita bersabar menunggu hasil evaluasi dari ketiga ini yang bisa kita laksanakan, baru kita akan melangkah ke situ (upacara/pesta adat)," jelas Alexander.

Untuk itu Kepala BPBD mengharapkan peran Camat bersama petugas kesehatan agar di setiap kesempatan aktif mengedukasi dan mensosialisasikan pemahaman yang benar tentang penerapan tatanan normal baru kepada seluruh elemen masyarakat sehingga dengan terbentuknya kesadaran kolektif tersebut, pemulihan aktifitas dan produktifitas masyarakat yang aman dari resiko penyebaran covid-19 dapat segera direalisasikan. 

Foto: Vemy Pasalli
 
 
LPDI - Komunikasi Publik

PEMKAB. TORAJA UTARA

Alamat:
Jl. Ratulangi, No. 72 Singki', Rantepao, Kabupaten Toraja Utara,
Sulawesi Selatan - 91831
Fax: (0423) 2920970

Telepon Penting

Dinas Pemadam Kebakaran Toraja Utara
(0423) 2920701
Rumah Sakit Elim Rantepao, Toraja Utara
(0423) 21258
No Telepon PLN Rantepao, Toraja Utara
(0423) 21410

Statistik Website

Hari ini 257

Kemarin 384

Minggu ini 257

Bulan ini 9400

Total 294697