Pemerintah Daerah Kabupaten Toraja Utara | www.torajautarakab.go.id

Tondon || Menindaklanjuti kebijakan dan peraturan pemerintah melalui Instruksi Presiden (Inpres) nomor 3 Tahun 2017 tentang peningkatan Efektifitas Pengawasan Obat dan Makanan serta Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 41 Tahun 2018 tentang Peningkatan Koordinasi Pembinaan dan Pengawasaan Obat dan Makanan di Daerah, Dinas Kesehatan Kabupaten Toraja Utara bersama BPOM Kantor Palopo pada Selasa (25/8/2020) lalu melaksanakan Rapat Inventarisasi Sarana Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) yang dirangkaikan dengan yang berlangsung di Gedung Gabungan Dinas, Panga', Tondon.

Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Daerah, Drs. Rede Roni Bare, M.Pd ini turut dihadiri Kepala Kantor BPOM Kota Palopo, Dra. Nurtati Rahman, Apt., M.Kes dan Kepala Dinkes Toraja Utara, Elizabeth R. Zakariah, S.KM., M.Kes.

Sekda Rede Roni Bare dalam arahannya menyampaikan, masyarakat di Toraja Utara masih cukup rentan dengan isu keamanan dan mutu pangan, salah satunya disebabkan masih tinggi arus supply bahan dan produk pangan yang berasal dari luar wilayah Toraja Utara sehingga pengawasan terhadap produk - produk pangan yang beredar di Toraja Utara mutlak dilakukan

Kondisi tersebut mendorong Pemkab Toraja Utara jauh hari sebelumnya telah melakukan langkah antisipasi dengan memprogramkan secara rutin kegiatan pengawasan dan pemeriksaan langsung produk pangan di sentra - sentra perdagangan lokal baik di sentra perdagangan tradisional maupun modern.        

"untuk saat ini Dinas Kesehatan sudah berjalan bersama dengan Dinas Ketahanan Pangan sudah bergerak dalam pengawas obat dan makan," 

Namun langkah ini juga tentunya belum secara menyeluruh efektif melindungi konsumen produk pangan di Toraja Utara dari resiko pangan yang berbahaya bagi kesehatan. Diperlukan peningkatan pola koordinasi pengawasan  yang lebih menekankan pada aspek resiko dan pembinaan untuk memastikan efektifitas kegiatan pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah.

Selain itu, satker yang tergabung dalam pengawasan juga diharapkan peka dan responsif terhadap isu-isu keamanan pangan di masyarakat. Cakupan sasaran kegiatan pengawasan juga penting untuk diperluas hingga menjangkau hulu produksi pangan termasuk juga intervensi pembinaan terhadap pelaku industri pangan lokal, khususnya di sektor Industri Rumah Tangga (IRT) yang memproduksi makanan jadi.  

"keluhan-keluhan masyarakat selama ini mengenai obat dan makanan, seperti ikan yang diduga mengandung formalin dan juga sayur-sayur tetapi yang paling menonjol iyalah kosmetik. Maka dari itu kita harus mengawasinya supaya masyarakat kita bisa terbebas dari bahan-bahan makanan dan obat yang mengandung pestisida dan formalin, ungkap Sekda. 

Melalui implementasi kebijakan Inpres dan permendagri terkait keamanan obat dan makanan itu, Sekda Rede Roni berharap semua satker di lingkup pemkab Toraja Utara yang terlibat langsung dalam pengawasan produk pangan IRTP dapat meningkatkan kinerja pengawasannnya sehingga masyarakat selaku konsumen sekaligus pelaku usaha industri rumah tangga dapat memperoleh dampak yang posisif baik di aspek kesehatan dan aspek ekonominya,        

Sejalan dengan arahan Sekda, Kepala Dinas Dinkes Toraja Utara, Elizabeth R. Zakaria mengatakan, untuk meningkatkan efektifitas pengawasaan pangan perlu dibentuk tim koordinasi pengawasan yang melibatkan sektor yang terkait dengan rantai produksi pangan yang mana tim ini bekerja berdasarkan ketersediaan data basis seperti  jenis produk dan IRT pangan yang ada di Toraja Utara.

Reporter: Amos Rapang
 
 
LPDI - Komunikasi Publik

PEMKAB. TORAJA UTARA

Alamat:
Jl. Ratulangi, No. 72 Singki', Rantepao, Kabupaten Toraja Utara,
Sulawesi Selatan - 91831
Fax: (0423) 2920970

Telepon Penting

Dinas Pemadam Kebakaran Toraja Utara
(0423) 2920701
Rumah Sakit Elim Rantepao, Toraja Utara
(0423) 21258
No Telepon PLN Rantepao, Toraja Utara
(0423) 21410

Statistik Website

Hari ini 262

Kemarin 384

Minggu ini 262

Bulan ini 9405

Total 294702